Sifat Lazimah, Sifatul Huruf yang Memiliki Lawan

Saturday, November 02, 2013


Dalam pembahasan tajwid tahsin tilawatil quran pada bab sifatul huruf, sifat-sifat huruf terbagi menjadi 2 yaitu shifat lazimah dan shifat 'aridhah. Shifat lazimah (ﻻﺯﻣﻪ) adalah sifat yang memiliki lawan, yang mana Ciri kekal yang pasti ada pada setiap pengucapan huruf dalam semua keadaan, baik itu pada keadaan berbaris maupun mati. Terdapat 10 sifat yang tergolong dalam kategori ini:

a. Segi nafas: Al Hams (الْهَمْسُ) x Al Jahr (الْجَهْرُ)
b. Segi suara: Asy Siddyah (الشِّدَّةُ) x Ar Rakhwah (رَخَاوَةٌ) = Tawassuth
c. Segi pangkal lidah: Al Isti’la’ (اِسْتِعْلاَءٌ) x Al Istifal (اِسْتِفَالٌ)
d. Segi lidah dengan rongga mulut: Al Ithbaq (اِطْبَاقٌ) x Al Infitah (اِنْفِتَاحٌ)
e. Segi mudah & tidaknya mengeluarkan huruf: Al Idzlaq ( اِذْلاَقٌ) x Al Ishmat (اِصْمَاتٌ)

1. Segi Nafas

Dari segi pengeluaran nafas sifat hurufnya adalah Al-hamas (الْهَمْسُ) yang berarti samar-sama serta lawannya adalah Al-Jahr (الْجَهْرُ) yang berarti jelas atau terang.


"Bila sifat Al-Hams mengeluarkan nafas bersama pengucapan huruf sebaliknya Al-Jahr menahan nafas ketika pengucapan huruf-hurufnya."


a. Al Hams (الهَمْسُ)
Al-Hamsu atau Al-Hams menurut bahasa adalah suara yang disembunyikan/ disamarkan. Artinya keluarnya nafas ketika membaca huruf-huruf yang mempunyai sifat Al Hams. Cara pengucapannya ialah dengan mengeluarkan nafas ketika melafadhkan huruf. Hurufnya ada sepuluh 10 yaitu:

ف – ح – ث – هـ – ش – خ – ص – س – ك – ت
atau terangkum dalam kalimat
فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتْ

Kebalikan dari Al Hams adalah Al Jahr.

b. Al Jahr (الجَهْرُ) 
Al-Jahru atau Al-Jahr menurut bahasa artinya jelas, terang dan nyata. Yaitu menahan nafas ketika membaca huruf-huruf yang bersifat Al Jahr. Cara pengucapannya ialah dengan jelas, terang dan tertahannya nafas ketika melafadhkan huruf. Huruf-hurufnya ada delapan belas 18, atau selain hurufnya Al Hams. Yaitu :

ع – ظ – م – و- ز- ن – ق – ا- ر- ء- ذ- ي- غ – ض – ج – د- ط – ل – ب 
atau terangkum dalam kalimat
 عَظُمَ وَزْنَ قَارِئٍ ذِيْ غَضَّ جَدَّ طَلَبِ
2. Segi Suara

Dari segi pengeluaran suaranya sifat hurufnya adalah Asy-Syiddah (الشِّدَّةُ) yang berarti kuat serta lawannya adalah Ar-Rakhawah (الرَّخْوَةُ) yang berarti lunak. Sedangkan sifat pertengahan antara syiddah dan rakhawah adalah tawassuth.


"Bila Asy-Syiddah menahan suara sebelum pengucapan huruf, sebaliknya Ar-Rakhawah dengan mengeluarkan suara ketika melafadhkan huruf tanpa ada hambatan."


a. 
Asy Syiddah (الشِّدَّةُ)
Asy-Syiddah menurut bahasa artinya kuat. Artinya tertahannya suara ketika membaca huruf-huruf yang mempunyai sifat Asy Syiddah. Cara pengucapan hurufnya dengan menahan suara sejenak di tempat makhraj, kemudian melepaskannya secara tiba-tiba bersama udara. Hurufnya ada delapan 8, yaitu;


أ – ج – د- ق- ط- ب – ك- ت 
atau terangkum dalam kalimat
 أَجِدْ قَطٍ بَكَتْ

Kebalikan dari Asy Syiddah adalah Ar Rakhwah.

b. Ar Rakhwah ( الرَّخْوَةُ)
Ar-Rakhawah menurut bahasa adalah lemah atau lunak. Yaitu terlepas atau keluarnya suara ketika membaca huruf-hurufnya. Cara pengucapannya ialah dengan mengeluarkan suara ketika melafadhkan huruf tanpa ada hambatan. Hurufnya ada lima belas 15, atau selain hurufnya Asy Syiddah. Yaitu:

خ – ذ – غ – ث – ح – ظ - ف – ض- ش – و – ص – ز- ي – س – هـ
atau terangkum dalam kalimat
 خُذْغُثَّ حَظٍّ فَضٍّ شَوْصٍ زَيٍّ سَاهٍـ
Antara sifat Asy Syiddah dengan Ar Rakhwah adalah At Tawassuth, yaitu mengucapkan huruf-hurufnya dengan tidak terlalu ditahan atau terlepaskan (pertengahan antara keduanya). Hurufnya adalah:

ل – ن – ع – م – ر
atau kalimat yang berbunyi: 
لِنْ عُمَرْ
3. Segi Pangkal Lidah

Dari segi pangkal lidah sifat hurufnya adalah Al-Isti'la' (الإِسْتِعْلاَءُ) yang berarti terangkat serta lawannya adalah Al-Istifal (الإِسْتِـفَالُ) yang berarti turun.


"Bila Al-Isti'la' terangkatnya sebagian besar lidah ke langit-langit sebaliknya Al-Istifal menurunkan sebahagian besar lidah ke dasar permukaan mulut."


a. 
Al Isti’la’ (الإِسْتِعْلاَءُ)
Al-Isti'la' menurut bahasa artinya mengangkat. Adalah terangkatnya lidah ke rongga atas ketika mengucapkan huruf-hurufnya. Cara pengucapan huruf dengan terangkatnya sebagian besar lidah ke langit-langit. Hurufnya ada delapan 8, yaitu :

خ – ص- ض- غ- ط- ق- ر- ظ
atau terangkum dalam kalimat 
رُخْصَ ضَغْطٍ قِظْ

Kebalikan dari sifat Al Isti’la’ adalah Al Istifal

b. Al Istifal (الإِسْتِـفَالُ)
Al-Istifal menurut bahasa artinya menurun. Yaitu posisi lidah menurun. Cara pengucapan huruf disertai dengan menurunkan sebahagian besar lidah ke dasar permukaan mulut. Huruf-hurufnya ada dua puluh 20:

ث – ب – ت – ع – ز – م -ن -ي – ج – و- د- ح-ر – ف- هـ- إ – ذ – س-ل – ش- ك- ا
atau terangkum dalam kalimat
 ثَبَتَ عَزَّ مَنْ يُجَوِّدُ حَرْ فَهُ إِذْ سَلَّ شَكًّا

4. Segi Lidah dengan Rongga Mulut

Dari segi lidah dengan rongga mulut sifat hurufnya adalah Al-ithbaq (الإِطْبَاقُ) yang berarti tertutup serta lawannya adalah Al-Infitah (الإِنفِتَاحُ) yang berarti terbuka.


"Bila Al-Itbaq lingkaran sekeliling lidah menutup ke arah langit sebaliknya Al-Infitah membuka dan meregangkan lidah dari langit-langit."


a. 
Al Ithbaq ( الإِطْبَاقُ)
Al-Itbaq menurut bahasa artinya menutup. Menempelnya lidah dengan rongga atas ketika mengucapkan huruf-hurufnya. Cara pengucapan hurufnya dengan lingkaran sekeliling lidah menutup ke arah langit-langit lidah. Huruf yang mempunyai sifat Al Ithbaq ada empat 4, yaitu; 

ص – ض- ط- ظ

Kebalikan dari sifat Al Ithbaq adalah Al Infitah.

b. Al Infitah ( الإِنفِتَاحُ)
Al-Infitah menurut bahasa ialah membuka.  terlepasnya lidah dari rongga atas, serta terbukanya kedua bibir. Cara pengucapan hurufnya, dengan merenggangkan lidah dari langit-langit. Hurufnya adalah selain huruf-huruf Al Ithbaq, yaitu dua puluh lima 25 huruf :

م – ن – أ- خ – ذ – و – ج – د -س – ع – ة – ف -ز – ك – ح -ق -ل – ه – ش- ر – ب – غ – ي – ث 
atau terangkum dalam kalimat
 مَنْ أَخَذَ وَجَدَ سَعَةً فَزَكَا حَقٌّ لَهُ شَرَبَ غَيْثُ

5. Dari Segi Mudah atau Tidaknya Mengeluarkan Huruf

Dari segi Mudah atau Tidaknya Mengeluarkan Huruf sifat hurufnya adalah Al-izlaq (اِذْلاَقٌ) yang berarti lancar serta lawannya adalah Al-Ishmat (الإِصْمَاتُ) yang berarti tertahan.


"Bila Al-Izhlaq pengucapan huruf dengan ringan dan cepat sebaliknya Al-Ishmat pengucapan hurufnya agak berat dan tidak dapat dilafadhkan dengan cepat karena makhrajnya jauh dari ujung lidah."


a. Al Idzlaq (اِذْلاَقٌ)
Al-Izhlaq menurut bahasa Idzlaq artinya bagian lancip lidah. Mengucapkan huruf dengan mudah atau lancar, karena posisi makhrajnya berada di ujung lidah atau bibir. Cara pengucapan huruf dengan ringan dan cepat karena makhrajnya di ujung lidah dan sebagian lagi keluar dari dua bibir. Semua huruf yang mempunyai sifat Al Idzlaq ada enam 6:

ف – ر- م- ن- ل- ب 
atau terangkum dalam kalimat
فِرَّ مِنْ لُبٍّ

Lawan dari sifat Al Idzlaq adalah Al Ishmat.

b. Al Ishmat ( الإِصْمَاتُ)
Al-Ishmat menurut bahasa artinya tertahan. Yaitu mengeluarkan huruf Hija’iyyah dengan agak susah atau tertahan. Cara pengucapan hurufnya agak berat dan tidak dapat dilafadhkan dengan cepat karena makhrajnya jauh dari ujung lidah. Huruf-hurufnya ada dua puluh dua 22, yaitu:

ج – ز -غ – ش -س – خ – ط – ص – د – ث – ق – ة – إ – ذ -و -ع-ظ- ه – ي- ح – ض – ك 
atau kalimat yang berbunyi 
 جُزَّ غَشَّ سَاخِطٍ صَدَثَقَةً إِذْوَعَظَهُ يَحُضُّكَ

Demikian pembahasan seputar shifat lazimah. Salah satu dari sifatul huruf yang memiliki lawan satu sesama lainnya. Untuk selanjutnya bersambung insyaallah  untuk pembahasan seputar shifat 'aridhah yang juga merupakan salah satu bagian dari sifatul huruf namun tidak memiliki lawan antara satu sama lain.

Disusun oleh akhi Zulfan Afdhilla

Sumber

No comments:

Powered by Blogger.